 |
| Ilustrasi (dok Okezone) |
LUMAJANG -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalukan safari Ramadan ke
Lumajang. Di Kota Pisang tersebut, Presiden SBY didampingi Ibu Negara
serta beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu II ke PT Balai
Penyuluhan Pertanian Kecamatan Pronojiwo untuk melihat langsung komiditi
unggulan berupa salak Lumajang yang merupakan persilangan Salak Pondoh
Sleman dengan salak lokal.
Selain itu, presiden juga mengunjungi
kebun Pisang Mas Kirana di Desa Kandang Tepus Kecamatan Senduro,
lokasinya berada di lereng Gunung Semeru. Presidn SBY mencicipi salak
dan pisang khas Lumajang tersebut.
Dalam kunjungan itu, persiden
juga melakukan dialog dengan petani salak dan pisang kemudian melihat
diversifikasi produk salak berupa kripik dan sirup. Produksi salak
Pronojiwo di Lumajang merupakan produk unggulan dengan capaian 15-20 ton
per hektar dengan pangsa pasar ke Jawa Timur, NTT dan NTB, selain di
pasarkan ke Kalimantan dan Sulawesi. Sedangkan untuk produk
unggulan Pisang Mas Kirana dsana dikembangkan di Kecamatan Senduro,
Pasrujambe dan Gucialit dan telah memenuhi ekspor ke negara Eropa.
Presiden juga memberikan bantuan permodalan melalui Program Nasional
Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan atau PNPM Mandiri Perdesaan
atau PNPM.
Dalam safari Ramadan kali ini Presiden di dampingi
sembilan Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yaitu Menko Kesra
Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Perindustrian MS
Hidayat, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan,
Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, Menteri Kelautan dan Perikanan Cicip
Syarif, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh dan Kapolri Jenderal
Timur Pradopo.
Sementara Asisten Administrasi Pemerintah
Kabupaten Lumajang Wisnu Wasono Adi mengatakan, Pendopo Kabupaten
Lumajang akan menjadi kantor presiden selama satu hari dalam
kunjungannya ke Lumajang. "Pada malam hari, presiden tetap bekerja dan
kami sediakan ruang kerja khusus. Semua kegiatan administrasi kenegaraan
akan dilakukan di ruangan itu," kata Wisu.
Dia juga mengatakan,
Pendopo Lumajang sudah disterilkan dan dijaga ratusan aparat dari
Paspampres maupun TNI-Polri. "Ada tiga ring pengamanan terhadap
presiden. Ring satu Pasmpampres, ring dua militer, dan ring tiga
kepolisian," katanya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pasca
kunjungan di Lumajang, pada Rabu (31/7) presiden akan berkunjung ke
Pabrik Gula Jatiroto PTPN XI dan tempat Pelelangan Ikan (TPI) di
kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Selain itu juga menyempatkan
berkunjung ke Mitra Tani 27 untuk melihat langsung pengolahan kedelai
kualitas ekspor di Kecamatan kaliwates. Pasca itu, presiden melanjutkan
buka puasa di Bondowoso dan kemudian ke Paiton Probolinggo.
Dikawal Ratusan AparatKedatangan
Presiden Susilo Bambang Yudhoono memulai rute perjalanan rombongan dari
Kabupaten Malang dilanjutkan ke Lumajang, Jember hingga berakhirnya
kunjungan di Bondowoso serta Probolinggo. Selama kedatangan Presiden di
Kabupaten Lumajang, sebanyak 720 personil polisi akan diterjunkan untuk
melakukan pengamanan antara lain 550 personil dari Polres Lumajang, 110
personil dari Brimob dan tim Penjinak Bom (Jibom), kemudian 60 personil
dari Polres tetangga yakni Polres Kota dan Kabupaten Probolinggo.
Kasubag
Humas Polres Lumajang, AKP Sugianto mengatakan, para personil polisi
ini ditempatkan pada pos-pos yang sudah ditentukan lokasinya, termasuk
juga tim Jibom yang nantinya akan menempati pintu masuk lokasi yang akan
dikunjungi Presiden. Untuk pelaksanaan pengamanan itu sendiri, Sugianto
mengaku, pihaknya akan mengikuti Protap yang ada dan mengikuti
perkembangan sesuai dengan instruksi dari Pasukan Pengaman Presiden
(Paspampres), artinya jadwal sewaktu-waktu dapat berubah melihat situasi
dan kondisi di lapangan.
Disinggung soal pengamanan ketika
presiden berada di Pendopo Kabupaten, Sugianto mengatakan, ketika
Presiden tiba di Pendopo kemungkinan akan dilakukan penutupan jalan
sementara di sekitar alun-alun. "Untuk penutupan total tidak akan
dilakukan, namun semua itu tergantung situasi dan kondisi," kata
Sugianto